Es Dawet Pelangi, Enak Dipandang dan Segar Diminum

178

Lezzat.id – Minuman ini terkenal di Asia Tenggara. Jika di budaya Sunda dinamakan Cendol, di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut Dawet. Di Thailand umum disebut chorn dooi, tapi di Thailand Selatan punya istilah sendiri, lortchorng.

Di Indonesia, Cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Asal muasal kata Cendol kemungkinan berasal dari kata jendol.

Dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia, merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika lidah mengolah butiran cendol kala meminum es cendol. Namun mungkin juga kata Cendol berasal dari kata dalam bahasa Thailand chorn dooi, yang artinya tolong.

Untuk mendapatkan jendolan cendol, tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan.

Di budaya Sunda, Cendol dibuat dengan cara mengayak kukusan tepung beras yang diwarnai dengan daun suji dengan ayakan sehingga diperoleh bentuk bulat lonjong yang lancip di ujungnya. Pada budaya kuliner Jawa, tekstur Cendol terasa lebih kenyal karena berbahan dasar dari tepung singkong.

Apapun bentuk dan teksturnya, minuman ini memang segar dikonsumsi sebagai kuliner pembuka puasa. Membuatnya relatif mudah. Jadi….silakan mencoba 🙂

Bahan-bahan:

  • 4 sendok makan terigu.
  • 2 sendok makan sagu.
  • 400 ml air.
  • Sejumput garam.
  • Pewarna suai selera ya.

Langkah pembuatannya:

  1. Campur semua bahan, masak dengan api kecil aduk terus biar nggak menggumpal ya.
  2. Siapkan wadah berisi air es untuk menampung hasilnya, cetak pake serokan yg bolong bulat  
  3. Setelah adonan masak meletup-letup tarus diatas serokan tekan-tekan pake sendok nasi.

Hasilnya:

Laman: 1 2

You might also like
close