Namanya Amos, Pedagang Sirih Keliling Yang Dilantik Menjadi Anggota DPRD

28

LEZZAT.ID – Masih ingat dengan Agung Darma? Seorang pengantar galon air di Sulawesi Tenggara yang lolos sebagai anggota DPRD Kabupaten Muna Barat. Kisah serupa dan juga tak kalah inspiratif terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Namanya adalah Amos Arnolus Kitu Radja, ia akrab disapa Amos, seorang penjual sirih keliling di Kabupaten Sabu Raijua.

Pria berusia 44 Tahun ini tercatat sebagai salah satu warga RT 10/RW 05, Dusun Materae, Desa Raemude, Kecamatan Sabu Barat ini, berhasil melenggang menjadi salah satu dari 20 Anggota DPRD Kabupaten Sabu Rijua setelah dilantik pada Senin (9/92019) kemarin oleh Ketua Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Dju Jonson Mira Mangngi, SH, MH.

ini merupakan caleg nomor urut 2 Partai Demokrat. Lelaki berusia 44 tahun ini maju bertarung dari daerah pemilihan Sabu Raijua II yakni Kecamatan Sabu Barat. Alumni SMA Kristen 3 Tarus tahun 1996 ini meraih suara tertinggi dari kompetitor di dapilnya. Amos meraih 326 suara. Hanya unggul 12 suara dari caleg nomor urut 4.

Usai dilantik sebagai anggota DPRD Amos pun mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai dari berdagang sirih keliling hingga terjun ke dunia politik.

Sebelum masuk dalam dunia politik, keseharian Amos adalah menjual sirih ke seluruh pelosok Pulau Sabu. Pada setiap musim panen, ia bisa meraup keuntungan Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per hari. Dari penghasilan inilah, ia bisa menghidupi orang tua, istri dan tiga orang anaknya. Sirih yang ia jual merupakan hasil panen dari kebun miliknya yang letaknya tidak jauh dari rumahnya di dusun terpencil Materae.

Amos saat masih menjadi pedagang sirih keliling.

Konon tak ada penerangan listrik dan akses jalan di dusun ini. Amos dikenal sangat proaktif dalam berbagai kegiatan sosial, baik di desa maupun gereja, tempat ia beribadah. Tak pelak posisi-posisi strategis di lingkungan sosial ini masih ia emban. Amos sampai saat ini pun masih menjabat sebagai sekretaris gereja di jemaat Sion Materae.

Bapak tiga anak ini memulai karir politiknya pada 2015 lalu. Ia pernah maju sebagai calon kepala Desa Raemude. Sayangnya, saat itu gagal. Setahun kemudian, ia pun memutuskan maju sebagai calon kepala dusun. Di dusun terpencil yakni Materae. Kali ini berhasil.  Saat masa jabatannya sebagai kepala dusun belum selesai, suami dari Petronela Radja Raga ini memutuskan mundur dari jabatannya pada 22 Juni 2018 dan mendaftar sebagai calon anggota DPRD dari Partai Demokrat. Keputusan Amos sangat tepat. Ia pun terpilih mengemban amanah rakyat dalam periode 5 tahunan ini. “Puji Tuhan lewat keputusan yang beta ambil, beta terpilih. Semoga apa yang menjadi harapan rakyat dapat beta pejuangkan, termasuk ruas jalan menuju Dusun Materae yang masih sangat terisolir, rusak berat, bahkan tak bisa lagi diakses,” ungkap Amos.

Semoga kisah Amos ini bisa menjadi inspirasi kepada banyak orang bahwa apapun profesi dan latar belakang seseorang tak menghalangi untuk meraih impian yang diharapkan.

You might also like
close