Tiba-Tiba Istri Berucap Pada Suami: “Pah Aku Ingin Jadi Pacaramu Sebulan Ini”

54

Setiap kali suaminya bertanya, sang istri selalu menjawab: “Aku mau jadi pacar kamu aja sambil tersenyum”.

Pada minggu ke-2 keadaan rumah semakin kotor dan berantakan, belum lagi anak-anaknya yang sedang berlibur di rumah neneknya akan segera balik ke rumah mererka karfena masa liburan sudah mau usai.

Keadaan itu membuat suaminya semakin tidak nayamanm dan sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada istrinya. Ia pun mengajak istrinya bicara dari hati ke hati. Dalam percakapan itu, sang suami menyatakan keberatan dengan sikap istrinya yg lebih suka kesalon dalam 2 minggu ini, suaminya juga mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan keadaan rumah yang semakin kotor dan berantakan, ditambah pula tidak pernah lagi ia mencicipi masakan istrinya, bahkan kopi pun harus ia buat sendiri.

Dengan santai istrinya pun menjelaskan bahwa seorang pacar tidak menyiapkan sarapan juga makan malam buat kekasihnya, jadinya seorang pacar tidak bau dapur, tidak akan kusut karena sibuk mengurus rumah, mencuci pakaian, membersihkan bak mandi sehingga pacar akan selalu terlihat cantik, seksi dan menawan tiap kali bertemu.

Aku mau menjadi pacarmu saja bukan istrimu seperti prempuan yang chat mesra denganmu, yang kamu bilang lebih perhatian dari aku, yang kamu selalu puji bahwa dia lebih menarik dan selalu wangi saat bertemu denganmu. Padahal sadarkah kamu? kamu menilai dia lebih baik dari aku istrimu padahal dia hanya melakukan sedikit hal saja untukmu dibanding apa yg aku lakukanm sebagai istrimu untukmu dan hidupmu juga anak-anakmu.

Seketika suaminya menangis dan sambil memeluk istrinya, ia meminta maaf atas kekhilafannya selama ini. Ia mengakui telah melakukan kesalahan besar dengan mengabaikan istrinya demi wanita lain yang dianggap lebih baik dari istrinya, namun ternyata ia menyadari bahwa istrinya adalah wanita luar biasa yang mencurahkan cinta dan kasih sayangnya juga mengurus dirinya dan segala kebutuhannya, anak dan rumah tempat tinggal mereka. Sungguh tak dapat dibandingkan dengan wanita lain yang sempat ia dekati hanya karena kecantikan fisik semata.

Pesan Moral: Semoga kisah ini menginspirasi para suami di seluruh dunia semakin menyadari betapa berharganya wanita sebagai istri yang mendampinginya yang hidup bersama dengannya dan yang rela mecurahkan segala perhatian dan tenaganya demi suami, anak dan rumah tangganya.

Laman: 1 2 3

You might also like
close