Wajib Tahu! Inilah Dua Strategi Ampuh Pengajuan KUR BRI 2022, Limit hingga Rp50 Juta Tanpa Jaminan, Siapkan Syarat E-KTP dan Dokumen Ini

Lezzat.id – Perlu diketahui bahwa terdapat banyak strategi yang bisa dilakukan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di perbankan. 

Harus diketahui bahwa terdapat dua strategi paling ampuh untuk mengajukan KUR di Bank BUMN, BUMD atau lembaga keuangan non bank. 

Pertama, para pelaku UMKM dapat melakukan pengajuan langsung secara offline dengan mendatangi bank.

Baca Juga: Tanpa Jaminan Apapun, UMKM dengan Kriteria Ini Bisa Cairkan Rp50 Juta Melalui Pengajuan Pinjaman KUR BNI 2022

Kedua, pelaku UMKM bisa mengajukan secara online melalui website yang sudah disediakan oleh bank pemberi pinjaman. 

Salah satu bank penyalur KUR adalah PT Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI. 

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tak perlu khawatir jika kekurangan modal usaha.

Baca Juga: Kabar Gembira!!! Bantuan Rp600 Ribu Akan Langsung Diantar ke Rumah oleh Kantor Pos untuk 18,8 Juta Orang, Berikut Cara Mudah Cek Daftar Nama Penerimanya

Saat ini Pemerintah telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar bisa membantu para pelaku UMKM untuk mengatasi masalah kekurangan modal.

Kelebihan dari KUR yang diberikan kepada pelaku UMKM dengan subsisi bunga 3 persen saja, jadi sangatlah ringan dalam mencicilnya.

Tahun 2022, dimana Pemerintah sudah menyediakan anggaran KUR sebanyak Rp373,17 triliun, dimana hal tersebut diketahui jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp278 triliun.

Baca Juga: Buruan Siapkan Syarat dan Dokumen Ini, Berikut Cara Mudah Pengajuan KUR BRI Cair Hingga Rp50 Juta

Semua pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat dengan mudah mengajukan KUR Mikro hingga Rp100 juta tanpa jaminan atau agunan untuk modal usaha.

Silakan simak tentang cara dan syarat pengajuan KUR di 3 bank BUMN untuk memperoleh dana tambahan modal usaha.

1.  Bank BRI (BANK RAKYAT INDONESIA)

Bukan hal baru lagi, dimana Bank BRI menjadi salah satu bank terbesar yang memberikan KUR untuk UMKM. 

Baca JugaMudah! Begini CEK Penerima BLT UMKM Terbaru 2022 di eform.bri.co.id/bpum dan banpresbpum.id, Cara Cairkan Dananya

Tahun ini sendiri, Bank BRI memperoleh alokasi anggaran KUR dari pemerintah sebesar Rp260 triliun. 

Berikut ini persyaratan pengajuan KUR Mikro BRI melalui platform kur.bri.co.id:

1. Individu (perorangan)

2. Telah memiliki usaha yang berjalan minimal 6 (enam) bulan

3. Menjalankan usahanya di salah satu platform e-commerce (misal Shopee, Tokopedia dll) dan/atau penyedia ride hailing (Gojek atau Grab)

4. Saat ini tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit

5. Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha (dapat berupa surat keterangan yang diterbitkan oleh e-commerce atau ride hailing)

Simak cara mengajukan KUR Mikro di Bank BRI secara online bermodalkan handphone:

1. Akses laman website kur.bri.co.id

2. Kemudian Pilih “Ajukan Pinjaman”

3. Pilih “login” menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi apabila sudah memiliki akun. Jika belum memiliki akun, calon nasabah bisa memilih “Daftar”

4. Calon nasabah diharapkan terlebih dahulu membaca pernyataan yang diberikan oleh BRI dan klik “Setuju”

5. Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh BRI secara online seperti tentang profil calon nasabah, profil usaha, unggah dokumen, dan data pengajuan.

2. BANK BNI (Bank Negara Indonesia)

Saat ini Bank BNI merupakan bank BUMN yang ikut serta dalam menyalurkan pinjaman berupa KUR.

Besar alokasi dana yang diberikan pemerintah untuk plafon KUR BNI pada 2022 sebesar Rp38 triliun. 

Berikut cara pengajuan KUR BNI secara online sebagai berikut:

1. Silahkan kunjungi website resmi KUR bank BNI yakni: eform.bni.co.id.

2. Setelah itu akan muncul pertanyaan “Apakah Sudah Menjadi Nasabah BNI”. Silakan klik “Sudah” jika Anda telah menjadi nasabah BNI, atau “Belum” jika belum menjadi nasabah BNI.

3. Kemudian baca syarat dan juga ketentuan mengenai KUR yang ditampilkan dalam website tersebut

4. Pilih atau centang tanda Anda setuju dengan persyaratan umum.

5. Pilih “Lanjutkan”.

6. Isi setiap kolom yang tersedia dengan data diri sesuai KTP dan data usaha Anda.

7. Data Anda akan terekam dan masuk sebagi pengajuan KUR BNI

8. Petugas Bank BNI akan melakukan survey ke lokasi untuk memastikan kelayakan usaha Anda

9. Petugas BNI akan datang ke rumah untuk wawancara seputar usaha.

10. Jika pengajuan disetujui pihak Bank, Anda akan dipanggil ke kantor cabang untuk melakukan akad dan proses pencairan.

3. BANK MANDIRI

Sama halnya dengan Bank BRI dan BNI, Bank Mandiri juga ikut menyalurkan KUR untuk pelaku UMKM. 

Dibandingakan dengan Bank BNI, Mandiri lebih besar mendapat alokasi anggaran KUR hingga Rp40 triliun dari pemerintah di tahun 2022 ini. 

Berikut Adalah Cara Mengajukan KUR di Bank Mandiri sebagai berikut:

1. Calon debitur bisa menanyakan terlebih dahulu syarat atau dokumen apa saja yang diperlukan, bisa bertanya via call ataupun media sosial resmi.

2. Setelah persyaratan lengkap, calon debitur datang ke kantor cabang Bank Mandiri sesuai domisili atau tempat tinggal dengan membawa persyaratan administrasi.

3. Silahkan mengambil nomor antrean pada bagian customer service, kemudian tunggu hingga dipanggil petugas.

4. Pihak Bank Mandiri akan meminta calon debitur untuk melengkapi formulir pengajuan KUR Bank Mandiri.

5. Pihak lending Bank Mandiri akan melakukan survey kelayakan ke lokasi usaha dan melakukan proses wawancara seputar usaha.

6. Masa tunggu untuk proses persetujuan kredit biasanya membutuhkan waktu 7 hari kerja.

Inilah 5 jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR):

1. KUR Super Mikro

Limit kredit atau batas maksimal yang diberikan kepada peminjam mencapai Rp10 juta per debitur.

Jangka waktu yang diberikan untuk Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun dan Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun.

2. KUR Mikro

Limit kredit di atas Rp10 Juta dengan maksimal sampai dengan Rp50 juta per debitur dan jangka waktu untuk Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 3 tahun dan Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun.

3. KUR Kecil

Limit kredit di atas Rp50 juta sampai dengan maksimal Rp500 juta per debitur, dan jangka waktu untuk Kredit Modal Kerja (KMK) maksimal 4 tahun dan Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun

4. KUR Penempatan TKI

Batas limit kredit yang diberikan maksimal sampai dengan Rp25 juta per debitur dengan jangka waktu paling lama sama dengan masa kontrak kerja dan tidak melebihi jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun.

5. KUR Khusus

Limit sampai Rp500 juta Diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat dan peternakan rakyat serta perikanan rakyat, industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, atau komoditas sektor produktif lain yang bisa dikembangkan menjadi KUR Khusus.

Dalam KUR Khusus ini, terdapat jangka waktu KUR khusus yakniKredit Modal Kerja (KMK) maksimal 4 tahun, sementara untuk Kredit Investasi (KI) maksimal 5 tahun.

Berikut lima manfaat KUR yang tak bisa didapatan di produk pembiayaan lainnya.

  1. Proses mudah dan cepat
  2. Persyaratan kredit yang ringan
  3. Agunan adalah berupa objek yang dibiayai
  4. Suku bunga 6% efektif per tahun
  5. Agunan tambahan untuk KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil sd Rp 100 Juta, dan KUR Penempatan TKI tidak dipersyaratkan, sedangkan untuk KUR Kecil > Rp 100 Juta dipersyaratkan berupa tanah dan/ atau bangunan atau kendaraan bermotor sesuai dengan ketentuan bank.

Target market KUR sebagai berikut:

1. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;

2. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dari anggota keluarga dari karyawan/karyawati yang bepenghasilan tetap atau bekerja sebagai pekerja migran Indonesia.

3. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dari pekerja migran indonesia yang pernah bekerja di luar negeri;

4. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di wilayah perbatasan dengan negara lain;

5. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pensiunan Pegawai Negeri Sipil, Tentara Nasional Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia dan/atau pegawai pada masa persiapan pensiun;

6. Kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang meliputi :

  • Kelompok Usaha Bersama (KUBE);
  • Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan), atau
  • Kelompok usaha lainnya.

7. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dari Pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja;

8. Calon Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja di luar negeri; dan/atau

9. Calon Peserta Magang di luar negeri;

10. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dari ibu rumah tangga.

Demikianlah informasi lengkap Dua Strategi Ampuh Pengajuan KUR BRI 2022, Limit hingga Rp50 Juta Tanpa Jaminan atau agunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.